Senin, 26 Maret 2018
HAKEKAT KEBAHAGIAAN
Orang sakit mengira bahagia itu terletak pada kesehatan
Orang miskin mengira bahagia itu terletak pada harta kekayaan
Rakyat jelata mengira kebahagiaan terletak pada kekuasaan
Orang yg kurang pandai mengira kebahagiaan terletak pada kegeniusan
Orang yg difabel mengira kebahagiaan terletak pada kesempurnaan fisik
Seorang PNS mengira betapa bahagianya jadi pengusaha, begitu juga sebaliknya.....
Dan masih banyak sangkaan" lain...
Jika sangkaan- sangkaan itu ada dalam fikiran kita, maka kita
terobsesi dgn persangkaan" yg sebenarnya hanyalah ilusi....
Dalam urusan dunia cobalah ubahlah sudut pandang kita, bukan
melihat pada yang punya kelebihan namun lihatlah kepada mereka yang kurang beruntung dari kita...
Dari sana kita pun akan belajar BERSYUKUR atas rezeki dan kenikmatan yang telah kita dapatkan selama ini
Bila hari ini kita masih bisa membuka mata, menghirup segarnya udara pagi, mampu
beraktivitas hingga detik ini, maka Bersyukurlah.
Karena SYUKUR adalah satu dari ribuan kunci yg mengantarkan kita pada kebahagiaan tanpa syarat dan batas. ..
Bukan BAHAGIA yang menjadikan kita bersyukur...
Tetapi dengan BERSYUKUR, hidup kita akan BAHAGIA.....
Sumber : Internet
Kamis, 14 September 2017
ARTIKEL BENCANA ALAM BADAI
A. Bencana Alam
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh gejala
alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa
terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia
(nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru
dapat menyebutnya sebagai bencana.
Klasifikasi bencana alam berdasarkan penyebabnya dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Bencana alam geologis
Bencana alam ini disebabkan oleh gaya-gaya yang berasal dari
dalam bumi (gaya endogen). Yang termasuk dalam bencana alam geologis
adalah gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.
2. Bencana alam klimatologis
Bencana alam klimatologis merupakan bencana alam yang
disebabkan oleh faktor angin dan hujan. Contoh bencana alam klimatologis adalah
banjir, badai, banjir bandang, angin puting beliung, kekeringan, dan kebakaran
alami hutan (bukan oleh manusia).
Gerakan tanah (longsor) termasuk juga bencana alam, walaupun
pemicu utamanya adalah faktor klimatologis (hujan), tetapi gejala awalnya
dimulai dari kondisi geologis (jenis dan karakteristik tanah serta batuan dan
sebagainya).
3. Bencana alam ekstra-terestrial
Bencana alam Ekstra-Terestrial adalah bencana alam yang
terjadi di luar angkasa, contoh : hantaman/impact meteor. Bila hantaman
benda-benda langit mengenai permukaan bumi maka akan menimbulkan bencana alam
yang dahsyat bagi penduduk bumi.
Gejala alam yang dapat menimbulkan bencana alam pada
dasarnya mempunyai karakteristik umum, yaitu gejala awal, gejala utama, dan
gejala akhir. Dengan demikian, jika kita dapat mengetahui secara akurat gejala
awal suatu bencana alam, kemungkinan besar kita dapat mengurangi akibat yang
ditimbulkannya.
B.Contoh Bencana Alam : Badai
Badai adalah cuaca yang ekstrem,
mulai dari hujan es dan badai salju sampai badai
pasir dan debu. Badai disebut juga siklon
tropisoleh meteorolog, berasal
dari samudera yang hangat. Badai bergerak di
atas laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20
km/jam. Badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya
dapat mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan,
dan menerbangkan atap bangunan dengan mudah. Tiga hal yang
paling berbahaya dari badai
adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang.
Terdapat berbagai macam badai, seperti badai hujan, badai
guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah
badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin
siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan (typhoon)
di Samudera Pasifik.
- Penyebab Terjadinya Badai
Penyebab badai adalah tingginya suhu permukaan
laut. Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan petir dan badai.
Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan
cepat mengelilingi suatu pusat,
yang sumbernya berada di daerah
tropis. Pada saat terjadi angin
ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam. Hal ini bisa terjadi
diIndonesia maupun negara-negara lain. Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di Samudera Atlantik, Samudera Hindia, danSamudera Pasifik.
ARTIKEL BENCANA ALAM : Badai tropis (Siklon tropis)
A. Bencana Alam
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh gejala alam.
Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi
pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan
segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat
menyebutnya sebagai bencana.
Klasifikasi bencana alam berdasarkan penyebabnya dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Bencana alam geologis
Bencana alam ini disebabkan oleh gaya-gaya yang berasal dari
dalam bumi (gaya endogen). Yang termasuk dalam bencana alam geologis adalah gempa
bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.
2. Bencana alam klimatologis
Bencana alam klimatologis merupakan bencana alam yang
disebabkan oleh faktor angin dan hujan. Contoh bencana alam klimatologis adalah
banjir, badai, banjir bandang, angin puting beliung, kekeringan, dan kebakaran
alami hutan (bukan oleh manusia).
Gerakan tanah (longsor) termasuk juga bencana alam, walaupun
pemicu utamanya adalah faktor klimatologis (hujan), tetapi gejala awalnya
dimulai dari kondisi geologis (jenis dan karakteristik tanah serta batuan dan
sebagainya).
3. Bencana alam ekstra-terestrial
Bencana alam Ekstra-Terestrial adalah bencana alam yang
terjadi di luar angkasa, contoh : hantaman/impact meteor. Bila hantaman
benda-benda langit mengenai permukaan bumi maka akan menimbulkan bencana alam
yang dahsyat bagi penduduk bumi.
Gejala alam yang dapat menimbulkan bencana alam pada
dasarnya mempunyai karakteristik umum, yaitu gejala awal, gejala utama, dan
gejala akhir. Dengan demikian, jika kita dapat mengetahui secara akurat gejala
awal suatu bencana alam, kemungkinan besar kita dapat mengurangi akibat yang
ditimbulkannya.
B.Contoh Bencana Alam : Badai tropis (Siklon tropis)
Siklon tropis adalah badai
sirkuler yang menimbulkan angin kencang mampu merusakkan daerah sekitar 250 mil
dari pusatnya. Siklon tropis menyebabkan kerusakan terutama oleh angin kencang,
gelombang badai dan hujan lebat. Gelombang badai adalah naiknya permukaan laut
sepanjang pantai secara cepat karena angin menggerakkannya ke pantai.
Sebutan siklon tropis bergantung pada lokasi kejadian. Di
Atlantik dan Pasifik disebut hurricane, di Pasifik Barat
disebut typhoon, di Australia disebut Willy. Setiap
tahun muncul 80-100 siklon tropis, nama siklon tropis umumnya menggunakan
nama-nama gadis, seperti: Anna, Carol, Debbie, Inez, Fiona, Wenda dan
sebagainya.
Thunderstorm (Badai guruh)
Thunderstorm adalah hujan badai disertai kilat dan halilintar.
Kejadian ini adalah khas di daerah tropis pada musim pancaroba, terutama pada
masa peralihan musim kemarau memasuki musim penghujan.
Thunderstorm (Badai guruh) merupakan suatu fenomena fisis atmosfer
yang sering terjadi di Indonesia. Fenomena ini dapat menimbulkan korban jiwa
akibat sengatan listrik pada waktu terjadi petir. Gejala terjadinya thundersorm adalah
angin yang kencang disertai hujan yang deras kadang-kadang disertai hujan es,
kilat dan halilintar.
Bencana alam badai dapat dipelajari dan diamati sehingga
jika gejala awal dapat diamati dengan baik maka gejala utama dapat diantisipasi
dengan demikian pertanyaan kapan, dimana, berapa besar dan berapa lama dapat
dijawab. Hal ini mampu mengurangi jumlah korban akibat bencana tersebut.
Rabu, 30 Agustus 2017
Artikel Bencana Alam
Artikel :
Bencana Alam
Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar
bagi populasi manusia.[1] Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung
berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit.[2] Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami.[2] Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan
oleh kombinasi faktor manusia dan alam.[2] Dua jenis bencana alam yang diakibatkan dari luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari.[2]
Jenis bencana alam
Bencana alam dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu bencana
alam yang bersifat meteorologis, bencana alam yang bersifat geologis, wabah dan bencana ruang angkasa.[2]
Bencana alam meteorologi
Bencana alam meteorologi atau hidrometeorologi berhubungan
dengan iklim.[11] Bencana ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang
khusus, walaupun ada daerah-daerah yang menderita banjir musiman, kekeringan atau badai tropis (siklon, hurikan, taifun) dikenal terjadi pada daerah-daerah tertentu.[11] Bencana alam bersifat meteorologis sepertibanjir dan
kekeringan merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi di seluruh dunia.[11] Beberapa di antaranya hanya terjadi suatu wilayah dengan
iklim tertentu.[11] Misalnya hurikan terjadi hanya di Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara.[4] Kekhawatiran terbesar pada abad moderen adalah bencana yang
disebabkan oleh pemanasan global.[11]
Bencana alam dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu
bencana alam yang bersifat meteorologis, bencana alam yang bersifat geologis, wabah dan bencana ruang angkasa.[2]
Bencana alam meteorologi
Bencana alam meteorologi atau hidrometeorologi berhubungan
dengan iklim.[11] Bencana ini umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang
khusus, walaupun ada daerah-daerah yang menderita banjir musiman, kekeringan atau badai tropis (siklon, hurikan, taifun) dikenal terjadi pada daerah-daerah tertentu.[11] Bencana alam bersifat meteorologis seperti banjir dan
kekeringan merupakan bencana alam yang paling banyak terjadi di seluruh dunia.[11] Beberapa di antaranya hanya terjadi suatu wilayah dengan
iklim tertentu.[11] Misalnya hurikan terjadi hanya di Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara.[4] Kekhawatiran terbesar pada abad moderen adalah bencana yang
disebabkan oleh pemanasan global.[11]
Bencana alam geologi
Bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor dan gunung meletus.[11] Gempa bumi dan gunung meletus terjadi di hanya sepanjang
jalur-jalur pertemuan lempeng tektonik di darat atau lantai samudera.[11] Contoh bencana alam geologi yang paling umum adalah gempa bumi, tsunami dan gunung meletus.[11] Gempa bumi terjadi karena gerakan lempeng tektonik.[11] Gempa bumi pada lantai samudera dapat memicu gelombang
tsunami ke pesisir-pesisir yang jauh.[11] Gelombang yang disebabkan oleh peristiwa seismik memuncak
pada ketinggian kurang dari 1 meter di laut lepas namun bergerak dengan
kecepatan ratusan kilometer per jam.[11] Jadi saat mencapai perairan dangkal, tinggi gelombang dapat
melampaui 10 meter.[11] Gunung meletus diawali oleh suatu periode
aktivitas vulkanis seperti hujan
abu, semburan gas
beracun, banjir lahar dan muntahan batu-batuan.[11] Aliran lahar dapat berupa banjir lumpur atau kombinasi lumpur dan debu yang disebabkan mencairnya salju di puncak gunung, atau dapat
disebabkan hujan lebat dan akumulasi material yang tidak stabil.[11]
Wabah
Wabah atau epidemi adalah penyakit menular yang menyebar melalui populasi manusia di dalam ruang
lingkup yang besar, misalnya antar negara atau seluruh dunia.[12] Contoh wabah terburuk yang memakan korban jiwa jumlah besar
adalah pandemi flu, cacar dan tuberkulosis.[12]
Bencana alam dari ruang angkasa
Bencana dari ruang angkasa adalah datangnya berbagai benda
langit seperti asteroid atau gangguan badai matahari.[13] Meskipun dampak langsung asteroid yang berukuran kecil
tidak berpengaruh besar, asteroid kecil tersebut berjumlah sangat banyak
sehingga berkemungkinan besar untuk menabrak bumi.[13] Bencana ruang angkasa seperti asteroid dapat menjadi
ancaman bagi negara-negara dengan penduduk yang banyak seperti Cina, India, Amerika Serikat, Jepang, dan Asia Tenggara.[13]
Dampak bencana alam
Bencana alam dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada
bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.[14] Kerusakan infrastruktur dapat mengganggu aktivitas sosial,
dampak dalam bidang sosial mencakup kematian, luka-luka, sakit, hilangnya tempat tinggal dan kekacauan
komunitas, sementara kerusakan lingkungan dapat mencakup hancurnya hutan yang melindungi daratan.[14] Salah satu bencana alam yang paling menimbulkan dampak
paling besar, misalnya gempa bumi, selama 5 abad terakhir, telah menyebabkan
lebih dari 5 juta orang tewas, 20 kali lebih banyak daripada korban gunung
meletus.[11] Dalam hitungan detik dan menit, jumlah besar luka-luka yang sebagian besar tidak
menyebabkan kematian, membutuhkan pertolongan medis segera dari fasilitas
kesehatan yang seringkali tidak siap, rusak, runtuh karena gempa.[11] Bencana seperti tanah longsor pun dapat memakan korban yang signifikan pada komunitas
manusia karena mencakup suatu wilayah tanpa ada peringatan terlebih dahulu dan
dapat dipicu oleh bencana alam lain terutama gempa bumi, letusan gunung
berapi, hujan lebat atau topan.[4]
Manusia dianggap tidak berdaya pada bencana alam, bahkan
sejak awal peradabannya.[3] Ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen darurat menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan, struktural dan korban jiwa.[15]. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan manusia
untuk mencegah dan menghindari bencana serta daya tahannya.[15] Menurut Bankoff (2003): “bencana muncul bila bertemu dengan
ketidakberdayaan”.[15] Artinya adalah aktivitas alam yang berbahaya dapat berubah
menjadi bencana alam apabila manusia tidak memiliki daya tahan yang kuat.[15]
Penanggulangan
Konstruksi rumah yang menggunakan sistem pegas untuk
persiapan terjadinya gempa bumi.
Penanggulangan bencana alam atau mitigasi adalah
upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta
benda.[16] Lebih sedikit orang dan komunitas yang akan terkena dampak
bencana alam dengan menggerakan program ini.[16] Perbedaan tingkat bencana yang dapat merusak dapat diatasi
dengan menggerakan program mitigasi yang berbeda-beda sesuai dengan sifat
masing-masing bencana alam.[16]
Persiapan menghadapi bencana alam termasuk semua aktivitas yang dilakukan sebelum
terdeteksinya tanda-tanda bencana agar bisa memfasilitasi pemakaian sumber daya alam yang tersedia, meminta bantuan dan serta rencana
rehabilitasi dalam cara dan kemungkinan yang paling baik.[16] Kesiapan menghadapi bencana alam dimulai dari level
komunitas lokal.[16] Jika sumber daya lokal kurang mencukupi, maka daerah
tersebut dapat meminta bantuan ke tingkat nasional dan internasional.[16]
Pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat bahaya tinggi
(“hazard”), memiliki kerentanan/kerawanan (“vulnerability’”), bencana
alam tidak memberi dampak yang luas jika masyarakat setempat memiliki ketahanan terhadap bencana
(“disaster resilience”).[15] Konsep ketahanan bencana merupakan valuasi kemampuan sistem
dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah dan menangani
tantangan-tantangan serius dari bencana alam.[15] Sistem ini memperkuat daerah rawan bencana yang memiliki
jumlah penduduk yang besar.[15]
Bencana alam di Indonesia dan
penanggulangannya
Indonesia merupakan negara yang sangat rawan dengan bencana
alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir
dan angin puting beliung.[17] Sekitar 13 persen gunung berapi dunia yang berada di
kepulauan Indonesia berpotensi menimbulkan bencana alam dengan intensitas dan
kekuatan yang berbeda-beda.[17]
Gempa
bumi dan tsunami Samudra Hindia pada tahun 2004 yang memakan banyak korban jiwa di Provinsi
Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD) dan
Sumatera Utara memaksa diadakannya upaya cepat
untuk mendidik masyarakat agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk
menghadapi bencana alam.[17] Namun, upaya yang dilaksanakan tidak efektif karena
persiapan menghadapi bencana alam belum menjadi mata
pelajaran pokok
dalam kurikulum di Indonesia.[17] Materi-materi pendidikan yang berhubungan dengan bencana
alam juga tidak banyak.[17]
Laporan Bencana Asia Pasifik 2010 menyatakan bahwa masyarakat di
kawasan Asia Pasifik 4 kali lebih rentan terkena dampak
bencana alam dibanding masyarakat di wilayah Afrika dan 25 kali lebih rentan daripada
di Amerika Utara dan Eropa.[18] Laporan PBB tersebut memperkirakan bahwa lebih dari 18 juta
jiwa terkena dampak bencana alam di Indonesia dari tahun 1980 sampai 2009.[18] Dari laporan yang sama Indonesia mendapat peringkat 4
sebagai salah satu negara yang paling rentan terkena dampak bencana alam di
Asia Pasifik dari tahun 1980-2009.[18] Laporan Penilaian Global Tahun 2009 pada Reduksi Resiko
Bencana juga memberikan peringkat yang tinggi untuk Indonesia pada level
pengaruh bencana terhadap manusia – peringkat 3 dari 153 untuk gempa bumi dan 1
dari 265 untuk tsunami.[18]
Walaupun perkembangan manajemen
bencana di
Indonesia meningkat pesat sejak bencana tsunami tahun 2004, berbagai bencana
alam yang terjadi selanjutnya menunjukkan diperlukannya perbaikan yang lebih
signifikan.[18] Daerah-daerah yang rentan bencana alam masih lemah dalam
aplikasi sistem peringatan dini, kewasapadaan resiko bencana dan kecakapan manajemen
bencana.[18] Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia yang dimulai tahun
2005, masih dalam tahap pengembangan.[18]
Menurut kebijakan pemerintah Indonesia, para pejabat daerah dan provinsi diharuskan
berada di garis depan dalam manajemen bencana alam.[18] Sementara Badan
Nasional Penanggulangan Bencana dan tentara dapat membantu pada saat yang dibutuhkan.[18] Namun, kebijakan tersebut belum menciptakan perubahan
sistematis di tingkat lokal.[18] Badan penanggulangan bencana daerah direncanakan di semua
provinsi namun baru didirikan di 18 daerah.[18] Selain itu, kelemahan manajemen bencana di Indonesia salah
satunya dikarenakan kurangnya sumber daya dan kecakapan pemerintah daerah yang
masih bergantung kepada pemerintah pusat.[18]
Hurikan Katrina, 2005.
Langganan:
Postingan (Atom)






